Kasus Jukir Tewas di Monjali Masih Misterius, Polisi Sisir CCTV

5 hours ago 4

Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman terus mendalami kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Kapanewon Mlati. Hingga awal Agustus 2026, penyidik masih berupaya mengungkap identitas kendaraan yang diduga menjadi penyebab awal kecelakaan yang merenggut nyawa korban.

Salah satu kendala utama dalam proses penyelidikan adalah keterbatasan kualitas rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Kondisi pencahayaan yang minim saat peristiwa berlangsung membuat gambar yang terekam tidak cukup jelas untuk mengidentifikasi kendaraan yang diduga terlibat.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan penyidik masih melakukan penelusuran terhadap sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mendapatkan visual yang lebih baik.

“Masih penyelidikan ya. Itu kan ada kendala di CCTV karena gelap,” kata Argo, Sabtu (1/8/2026).

Menurut dia, kepolisian belum menghentikan upaya pencarian bukti digital yang dapat membantu mengungkap kronologi secara utuh. Tim penyidik saat ini fokus mencari rekaman dengan kualitas paling jelas guna memperkuat proses penyelidikan.

“Jadi masih penyelidikan. Kita masih mencari CCTV yang terjelas di lokasi,” ujarnya.

Argo menambahkan pihak keluarga korban sejauh ini telah menerima kejadian tersebut. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan untuk memastikan seluruh fakta dalam peristiwa itu dapat terungkap.

“Saat ini petugas masih melakukan pendalaman, termasuk mencari dan mengecek rekaman CCTV yang terjelas di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan,” katanya.

Kasus ini bermula dari kecelakaan yang terjadi di Jalan Monjali pada Kamis (16/7/2026) malam. Saat itu, seorang pria berinisial S, 64, warga Kota Jogja yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir, diduga terlibat benturan dengan kendaraan yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban sedang menyeberang jalan ketika terjadi benturan pertama yang diduga melibatkan kendaraan misterius tersebut.

“Berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi kejadian, diduga seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan terlibat benturan dengan kendaraan yang hingga kini belum diketahui identitasnya,” ujar Argo dalam keterangan sebelumnya.

Benturan tersebut menyebabkan korban terpental ke jalur berlawanan. Dalam kondisi itu, korban kemudian terlibat kecelakaan lanjutan dengan sebuah mobil Toyota Agya yang melintas dari arah selatan menuju utara.

“Akibat benturan tersebut, korban diduga terpental ke jalur berlawanan dan selanjutnya terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil Toyota Agya yang melaju dari arah selatan ke utara,” jelasnya.

Korban mengalami sejumlah luka berat, di antaranya cedera kepala, patah tulang di beberapa bagian tubuh, serta luka lecet. Setelah kejadian, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Namun, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kematian korban membuat penyidik semakin intensif mengusut keberadaan kendaraan yang diduga terlibat pada benturan pertama. Hingga kini, identitas pengemudi maupun jenis kendaraan tersebut masih menjadi misteri.

Unit Gakkum Satlantas Polresta Sleman telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan apakah peristiwa tersebut masuk kategori tabrak lari karena proses penyelidikan masih berjalan.

“Saat ini penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk terkait keberadaan pengemudi pada benturan pertama setelah kecelakaan. Kami belum dapat menyimpulkan adanya dugaan tabrak lari sebelum proses penyelidikan selesai,” ujar Argo.

Polresta Sleman juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintas di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Pengendara diminta mematuhi batas kecepatan dan mengutamakan keselamatan pejalan kaki. Sementara bagi pejalan kaki, kepolisian mengimbau agar memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum menyeberang jalan.

Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, polisi berharap keberadaan rekaman CCTV yang lebih jelas dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |