Judy Faulkner Puncaki Daftar Perempuan Terkaya di Teknologi

8 hours ago 4

Jumali

Jumali Sabtu, 25 Juli 2026 19:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Industri teknologi kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu arena paling penting bagi perempuan untuk membangun kekayaan dan pengaruh secara mandiri. Dalam daftar tahunan perempuan self-made atau kaya mandiri di Amerika Serikat versi Forbes 2025, sektor teknologi menyumbang porsi yang besar dan menegaskan semakin kuatnya kiprah perempuan di bidang yang selama ini identik didominasi laki-laki.

Dari total 100 nama yang masuk daftar Forbes Self-Made Women 2025, sebanyak 25 orang berasal dari industri teknologi. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari pendiri perusahaan perangkat lunak, eksekutif perusahaan semikonduktor, hingga pimpinan startup kecerdasan buatan yang tengah naik daun.

Daftar ini penting karena hanya memuat perempuan yang membangun kekayaan mereka dari nol, bukan melalui warisan keluarga. Artinya, pencapaian para tokoh di dalamnya mencerminkan kombinasi visi bisnis, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan membaca arah perkembangan industri.

Posisi teratas di sektor teknologi ditempati Judy Faulkner, pendiri perusahaan perangkat lunak kesehatan Epic Systems. Dengan kekayaan mencapai 7,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 139,9 triliun, ia berada di peringkat kedua secara keseluruhan dan menjadi perempuan terkaya di bidang teknologi versi Forbes 2025.

Faulkner memulai Epic Systems pada 1979 dari ruang bawah tanah di Madison, Wisconsin. Dari perusahaan rintisan kecil, Epic kini berkembang menjadi penyedia rekam medis elektronik terbesar di Amerika Serikat.

Di posisi berikutnya ada Thai Lee, CEO SHI International, perusahaan penyedia layanan teknologi informasi. Kekayaannya tercatat mencapai 6,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 109,4 triliun. Perjalanan bisnis Lee juga menarik perhatian karena ia membeli sebuah perusahaan perangkat lunak kecil pada 1989 yang kemudian berkembang menjadi raksasa TI dengan pendapatan tahunan mencapai 16 miliar dollar AS.

Tiga besar sektor teknologi dilengkapi Jayshree Ullal, CEO Arista Networks, dengan kekayaan 4,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 78,9 triliun. Di bawah kepemimpinannya, Arista Networks menjadi salah satu pemain utama dalam infrastruktur cloud dan AI, yang turut mendorong lonjakan nilai saham perusahaan.

Selain para pendiri dan CEO, daftar ini juga diisi sejumlah nama besar dari perusahaan teknologi global. Ada Sheryl Sandberg, mantan COO Meta, dengan kekayaan 2,3 miliar dollar AS. Lisa Su, Chair sekaligus CEO AMD, membukukan kekayaan 820 juta dollar AS setelah berhasil membawa AMD bangkit dari kondisi hampir bangkrut. Gwynne Shotwell dari SpaceX juga masuk daftar dengan kekayaan 1,2 miliar dollar AS.

Nama-nama lain seperti Safra Catz dari Oracle, Michelle Zatlyn dari Cloudflare, serta Colette Kress dan Debora Shoquist dari Nvidia menambah kuatnya dominasi sektor teknologi dalam daftar ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa jalur menuju puncak tidak hanya terbuka bagi pendiri perusahaan, tetapi juga bagi eksekutif yang memimpin ekspansi bisnis secara strategis.

Kekayaan para perempuan teknologi dalam daftar Forbes Self-Made Women 2025 telah dikonversi ke rupiah menggunakan kurs dollar AS pada Senin (20/7/2026) sebesar Rp 17.938,50 per dollar AS. Berikut daftar lengkap 25 nama dari sektor teknologi yang masuk daftar tersebut.

NamaSumber KekayaanKekayaan (USD)Kekayaan (IDR)
Judy FaulknerPerangkat lunak kesehatan7,8 miliarRp 139,9 triliun
Thai LeePenyedia layanan IT6,1 miliarRp 109,4 triliun
Jayshree UllalJaringan komputer (Arista Networks)4,4 miliarRp 78,9 triliun
Meg WhitmaneBay3,6 miliarRp 64,5 triliun
Weili DaiSemikonduktor2,9 miliarRp 52,0 triliun
Safra CatzPerangkat lunak (Oracle)2,6 miliarRp 46,6 triliun
Sheryl SandbergFacebook/Meta2,3 miliarRp 41,2 triliun
Susan OcampoSemikonduktor2,0 miliarRp 35,8 triliun
Michelle ZatlynKeamanan siber (Cloudflare)1,6 miliarRp 28,7 triliun
Shuo WangPerangkat lunak HR1,5 miliarRp 26,9 triliun
Lucy GuoKecerdasan buatan (Scale AI)1,3 miliarRp 23,3 triliun
Daniela AmodeiKecerdasan buatan (Anthropic)1,2 miliarRp 21,5 triliun
Gwynne ShotwellSpaceX1,2 miliarRp 21,5 triliun
Neerja SethiKonsultasi IT1,0 miliarRp 17,9 triliun
Marissa MayerGoogle, Yahoo980 jutaRp 17,5 triliun
Lisa SuSemikonduktor (AMD)820 jutaRp 14,7 triliun
Pamela M. LopkerPerangkat lunak700 jutaRp 12,5 triliun
Colette KressNvidia650 jutaRp 11,6 triliun
Neha NarkhedePerangkat lunak580 jutaRp 10,4 triliun
Ruth PoratGoogle510 jutaRp 9,1 triliun
Sara LiuPerangkat keras komputer460 jutaRp 8,2 triliun
Christina CacioppoPerangkat lunak440 jutaRp 7,8 triliun
Therese TuckerPerangkat lunak400 jutaRp 7,1 triliun
Daphne KollerPerangkat lunak380 jutaRp 6,8 triliun
Debora ShoquistNvidia360 jutaRp 6,4 triliun

Kuatnya representasi perempuan di sektor teknologi menunjukkan bahwa industri ini semakin terbuka bagi kepemimpinan perempuan, baik di bidang kecerdasan buatan, infrastruktur digital, keamanan siber, maupun semikonduktor. Selain menjadi bukti keberhasilan individu, daftar ini juga menjadi cerminan perubahan besar dalam ekosistem bisnis teknologi global.

Ke depan, keberadaan lebih banyak perempuan dalam jajaran pemimpin teknologi diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang lebih beragam, memperluas kesempatan kerja, dan memberi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menembus sektor-sektor strategis yang terus berkembang pesat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |