Jelang Upacara Kemerdekaan, Paskibraka DIY Latihan Gabung TNI-Polri

6 hours ago 2

Jelang Upacara Kemerdekaan, Paskibraka DIY Latihan Gabung TNI-Polri

Calon Paskibraka DIY mengikuti latihan baris-berbaris bersama TNI-Polri di Lapangan Monumen Pancasila, pada Senin (3/8/2026). Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan upacara kemerdekaan. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA - Waktu persiapan calon Paskibraka DIY untuk tampil dalam upacara kemerdekaan tinggal sekitar dua pekan. Di tengah waktu yang kian terbatas, mereka mulai menjalani latihan gabung perdana bersama pasukan 45 TNI-Polri di Lapangan Monumen Pancasila, Senin (3/8/2026), untuk menyamakan langkah dan tempo.

Koordinator Pelatihan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI), Kusumo H.S., mengatakan latihan bersama TNI-Polri dijadwalkan berlangsung hingga mendekati hari pelaksanaan upacara. Tahap awal difokuskan pada penyamaan persepsi dan tempo antara calon Paskibraka dengan pasukan 45 yang berasal dari empat unsur, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan Polri.

"Mulai tanggal 3 ini pelatihan lapangan bersama TNI-Polri, termasuk penyamaan persepsi dan penyamaan tempo. Ini akan berlangsung sampai hari H," kata Kusumo, Senin.

Sebanyak 40 calon Paskibraka sebelumnya dipilih untuk mewakili DIY. Namun, dua orang di antaranya ditugaskan mewakili tingkat pusat sehingga 38 orang lainnya akan menjalankan tugas dalam upacara di DIY.

Kusumo mengatakan latihan lapangan menjadi bagian dari rangkaian pembinaan yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2026. Sebelum bertemu pasukan TNI-Polri, para calon Paskibraka telah memperoleh pembekalan dasar, termasuk materi baris-berbaris.

Latihan fisik dan baris-berbaris berlangsung sejak pukul 07.00 hingga sekitar pukul 15.00 WIB setiap hari tanpa libur. Di luar latihan lapangan, mereka juga mendapatkan pembekalan di kelas mengenai nilai-nilai kebangsaan, bela negara, serta pengetahuan tentang Kejogjaan.

"Di asrama mereka juga harus bisa berbahasa Jawa. Pada hari-hari tertentu dalam satu minggu, mereka diwajibkan menggunakan bahasa Jawa, termasuk bahasa krama ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua," ujarnya.

Pembekalan tersebut, menurut Kusumo, menjadi salah satu kekhasan pembinaan Paskibraka DIY. Selain materi Kejogjaan, para peserta juga akan mendapat sejumlah materi dari narasumber yang dikoordinasikan bersama Kesbangpol DIY, termasuk berkaitan dengan bela negara dan kebangsaan. Narasumber yang dihadirkan diantaranya psikolog, Lemhanas, Satgas Wilayah Anti Terror DIY, Public Speaking Trainer, Kraton Yogyakarta, dan Pura Pakualaman.

Selama menjalani pemusatan latihan hingga hari pelaksanaan tugas, para calon Paskibraka juga tidak diperbolehkan memegang telepon seluler. Kusumo menyebut pembatasan tersebut sebagai bagian dari pengorbanan yang harus dijalani peserta selama mempersiapkan diri menjalankan tugas negara.

Di sisi lain, pelatih dari TNI-Polri, Letnan Satu Wargo Suyanto, mengatakan latihan gabungan selama dua hari pertama diarahkan untuk memperdalam sekaligus menyamakan gerakan. Materi yang ditekankan antara lain jalan di tempat, langkah tegap, sikap sempurna, hingga pembentukan karakter.

Menurut Wargo, tantangan utama latihan gabungan terletak pada waktu persiapan yang relatif singkat. Perbedaan kebiasaan gerakan dari personel empat unsur TNI-Polri harus diselaraskan agar seluruh peserta dapat bergerak dalam tempo yang sama.

"Karena ada beberapa matra, dari Darat, Laut, Udara, dan Polri. Itu yang harus disamakan langkahnya dalam satu-dua hari supaya saat menuju trek pada hari H sudah siap," kata Wargo.

Latihan gabungan ini menjadi bagian dari persiapan menuju rangkaian tugas Paskibraka DIY pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Setelah menyelesaikan tahapan latihan di DIY, para peserta akan melanjutkan rangkaian persiapan teknis hingga hari pelaksanaan upacara. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ariq Fajar Hidayat

Ariq Fajar Hidayat Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |