Investasi di Gunungkidul Serap 10.738 Orang Tenaga Kerja

8 hours ago 3

Investasi di Gunungkidul Serap 10.738 Orang Tenaga Kerja

Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Rahmatullah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Investasi yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul pada semester pertama 2026 telah menyerap 10.738 tenaga kerja. Bersamaan dengan capaian tersebut, nilai investasi yang terealisasi hingga akhir Juni mencapai Rp487.660.727.446.

Data yang dihimpun Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul menunjukkan realisasi tersebut berasal dari akumulasi laporan online single submission (OSS) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Dari total investasi yang masuk, data OSS mencatat Rp420.214.678.662, sedangkan LKPM sebesar Rp67.446.046.784.

Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan target tambahan investasi pada 2026 sebesar Rp858.560.738.846. Hingga akhir Juni, realisasinya sudah mencapai Rp487.660.727.446.

“Investasi yang masuk terdiri dari penanaman modal dalam negeri [PMDN] sebesar Rp307.333.474.456 dan penanaman modal asing [PMA] sebesar Rp180.327.252.990,” kata Mugiyana, Jumat (31/7/2026).

Menurut dia, masuknya investasi tidak hanya mendorong geliat usaha, tetapi juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Ia mencatat jumlah tenaga kerja yang telah terserap mencapai 10.738 orang. Rinciannya, sebanyak 9.437 pekerja berdasarkan laporan OSS dan 1.301 tenaga kerja berdasarkan pelaporan yang tercatat di LKPM.

“Jadi total penyerapan tenaga kerja dari dua laporan ini ada sebanyak 10.738 orang,” katanya.

Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan investasi yang masuk ke daerahnya terus menunjukkan pertumbuhan yang baik. Menurut dia, pemerintah tetap terbuka apabila ada investor yang ingin menanamkan modal di Bumi Handayani.

“Capaian investasi ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif serta ikut berperan dalam pembangunan. Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” katanya.

Untuk menjaga pertumbuhan investasi, DPMPTSP terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengenalkan potensi di KPI Semin maupun di Mijahan, Semanu, serta menyusun kajian Invesment Project Ready to Offer (IPRO).

“Kajian IPRO sangat penting karena bisa menjadi panduan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul. Tak hanya itu, kami juga memiliki kajian investasi yang berlokasi di Jalur Jalan Lintas Selatan [JJLS],” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |