Hanyut di Sungai Progo, Remaja Ditemukan Meninggal Dunia

7 hours ago 2

Hanyut di Sungai Progo, Remaja Ditemukan Meninggal Dunia Foto ilustrasi penemuan mayat - jenazah. / Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, KULONPROGO—Proses pencarian remaja yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Progo, tepatnya di sekitar Jembatan Kreo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (3/5/2026).

Korban yang diketahui hanyut pada Jumat (1/5/2026) sore tersebut ditemukan mengapung di aliran sungai sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang sejak awal melakukan operasi pencarian di lokasi kejadian.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menyampaikan bahwa korban atas nama Raissya Farhan Putra ditemukan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam di Sungai Progo.

“Korban ditemukan berjarak enam meter dari lokasi kejadiannya tenggelam di Sungai Progo. Korban pelajar 14 tahun alamatnya Gamping, Sleman,” katanya kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Menurut Pipit, proses pencarian berlangsung cepat setelah laporan masuk, dengan korban akhirnya berhasil ditemukan dalam waktu relatif singkat sejak kejadian pertama kali dilaporkan.

Dalam operasi tersebut, Basarnas Yogyakarta mengerahkan tiga regu SAR dengan pembagian tugas pencarian di beberapa titik aliran sungai.

Regu pertama melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke arah selatan Jembatan Kreo, sementara regu kedua menyisir jalur dari titik awal kejadian menuju kawasan Semaken tiga. Adapun regu ketiga tetap melakukan pencarian di sekitar lokasi awal korban dilaporkan hanyut.

“Regu ketiga melakukan penyisiran di lokasi kejadian,” lanjut Pipit.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dari lokasi dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu di posko. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai.

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban bersama seorang rekannya berinisial M (14) sedang bermain di tepi Sungai Progo.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, korban diduga terpeleset saat berada di pinggir sungai sebelum kemudian terseret arus deras.

“Satu orang anak terpeleset dan langsung hanyut terbawa arus Sungai Progo yang saat itu kondisinya cukup deras. Melihat temannya terbawa arus, rekannya segera berlari meminta bantuan warga sekitar,” terang Rio dalam keterangan resminya, Jumat (1/5/2026).

Warga yang menerima laporan tersebut segera meneruskan informasi ke pihak berwenang, sehingga Kantor SAR Yogyakarta langsung mengirimkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan water rescue untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Sementara itu, rekan korban, Merlan (14), dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut, namun masih mengalami syok akibat kejadian yang menimpa temannya di aliran Sungai Progo.

Hingga proses pencarian berlangsung, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur relawan serta berbagai instansi terkait terus melakukan penyisiran di sepanjang area Jembatan Kreo hingga ke arah hilir sungai untuk memastikan tidak ada korban lain yang ikut terseret arus.

“Saat ini Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian. Kami juga telah mendirikan Posko SAR Gabungan di Progo Arum, Kalibawang, untuk mempermudah koordinasi operasi pencarian,” tambah Rio.

Kondisi arus Sungai Progo yang saat kejadian cukup deras menjadi salah satu tantangan utama dalam proses evakuasi dan pencarian di lapangan. Pihak terkait juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di kawasan Sungai Progo, Kalibawang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |