Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan Lampung-Jakarta Dibatalkan

7 hours ago 5

Newswire

Newswire Minggu, 06 September 2026 09:57 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan Lampung-Jakarta Dibatalkan

Foto ilustrasi: Gunung Anak Krakatau semburkan abu vulkanik. /Antarafoto

Harianjogja.com, BANDAR LAMPUNG— Sejumlah penerbangan rute Lampung-Jakarta dan Jakarta-Lampung melalui Bandara Internasional Radin Inten II terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Penyebaran abu vulkanik atau volcanic ash di ruang udara yang dilalui jalur penerbangan membuat beberapa penerbangan dibatalkan pada Sabtu (5/9/2026), sementara sejumlah penerbangan pada Minggu (6/9/2026) mengalami penundaan.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II Kiki Eprina Arieanti mengatakan keputusan pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penumpang dan kru pesawat.

"Sehubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan penyebaran abu vulkanik (volcano ash) di ruang udara yang dilewati jalur penerbangan pada Sabtu (5/9), beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II mengalami pembatalan," ujar Kiki dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Minggu.

Tiga Penerbangan Dibatalkan pada Sabtu

Kiki menjelaskan terdapat tiga penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II yang dibatalkan pada Sabtu (5/9/2026).

Penerbangan tersebut terdiri dari rute Jakarta-Lampung dan Lampung-Jakarta. Rinciannya yakni:

Transnusa 5205, rute Cengkareng (CGK) menuju Lampung (TKG).

Transnusa 5206, rute Lampung (TKG) menuju Jakarta (CGK).

Lion Air 242, rute Cengkareng (CGK) menuju Lampung (TKG).

Pembatalan dilakukan setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar di ruang udara yang menjadi jalur penerbangan.

Menurut Kiki, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut. Kondisi abu vulkanik di ruang udara dapat menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam operasional penerbangan.

Tiga Penerbangan Mengalami Penundaan

Selain penerbangan yang dibatalkan pada Sabtu, sejumlah penerbangan di Bandara Radin Inten II pada Minggu (6/9/2026) juga mengalami perubahan jadwal.

Kiki menyebut terdapat tiga penerbangan yang mengalami penundaan jadwal keberangkatan maupun kedatangan. Ketiganya adalah:

Garuda Indonesia 073, rute Lampung (TKG) menuju Jakarta (CGK).

Citilink Indonesia 904, rute Cengkareng (CGK) menuju Lampung (TKG).

Citilink Indonesia 905, rute Lampung (TKG) menuju Jakarta (CGK).

Penundaan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian operasional penerbangan menyusul perkembangan penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Tim operasional Bandara Internasional Radin Inten II telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan serta secara rutin melakukan pembaruan informasi terkait jadwal keberangkatan atau kedatangan penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Kiki.

Penumpang Diminta Pantau Jadwal Penerbangan

Manajemen Bandara Internasional Radin Inten II mengimbau calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan melalui bandara tersebut untuk aktif memantau perkembangan jadwal penerbangan.

Masyarakat juga diminta berkoordinasi dengan maskapai masing-masing guna memastikan waktu keberangkatan maupun kedatangan terbaru. Hal tersebut penting karena jadwal penerbangan dapat menyesuaikan dengan kondisi ruang udara dan perkembangan erupsi GAK.

"Manajemen Injourney Airports Bandara Internasional Radin Inten II senantiasa bersinergi dengan seluruh pihak terkait guna memberikan pelayanan bagi seluruh pengguna jasa bandara serta berharap agar bencana erupsi Gunung Anak Krakatau ini dapat segera teratasi," ucap Kiki.

Koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait terus dilakukan untuk menangani penumpang yang terdampak sekaligus memperbarui informasi penerbangan.

Dengan kondisi tersebut, calon penumpang rute Lampung-Jakarta maupun Jakarta-Lampung diharapkan tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah diperoleh sebelumnya. Pemantauan informasi terbaru dari maskapai dan pengelola Bandara Radin Inten II menjadi penting sebelum menuju bandara.

Gangguan penerbangan ini terjadi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Penyebaran abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah yang berada dalam jalur sebaran abu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |