DP3 Sleman Siapkan Aplikasi Bank Data Pertanian, Ini Tujuannya

11 hours ago 1

DP3 Sleman Siapkan Aplikasi Bank Data Pertanian, Ini Tujuannya Foto ilustrasi irigasi pertanian - foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, SLEMAN— Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman berencana mengembangkan aplikasi bank data mandiri untuk meningkatkan akurasi pengelolaan sektor pertanian hortikultura. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong kebijakan pemerintah daerah yang lebih tepat sasaran.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, mengatakan aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat, khususnya petani dan pemangku kepentingan, memantau data produksi, produktivitas, hingga sebaran alat dan mesin pertanian secara terbuka dan real time.

Menurut dia, digitalisasi data menjadi kunci pemetaan potensi wilayah secara detail hingga tingkat padukuhan. Dengan sistem tersebut, jenis komoditas yang ditanam petani di setiap wilayah dapat teridentifikasi secara presisi.

“Nanti ketemu lahan di satu padukuhan itu, yang tanam cabai berapa, dan lainnya,” kata Eko saat ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).

Keberadaan bank data yang akurat juga dinilai penting untuk mengawal pengembangan varietas lokal unggulan, seperti cabai rawit Sibrol Sembeda. Varietas ini memiliki masa panen hingga satu tahun dengan produktivitas mencapai satu kilogram per tanaman, namun membutuhkan kesesuaian wilayah tanam pada ketinggian 400–500 meter di atas permukaan laut.

“Kalau data wilayah tanamnya jelas, pengembangan varietas lokal bisa lebih terkontrol dan hasilnya maksimal,” ujarnya.

Urgensi digitalisasi data semakin terasa melihat besarnya produksi hortikultura Sleman sepanjang 2025. Tanpa sistem yang presisi, potensi produksi tersebut dinilai sulit dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Sepanjang 2025, produksi komoditas hortikultura buah di Sleman tercatat cukup signifikan. Produksi salak mencapai 412.660 kuintal dan tetap menjadi ikon utama pertanian daerah. Alpukat mencatat produksi 86.239 kuintal, disusul durian sebesar 30.165 kuintal yang memiliki nilai jual tinggi. Sementara itu, produksi jambu mencapai 19.433 kuintal, termasuk varietas unggulan Jambu Dalhari, serta kelengkeng sebanyak 11.255 kuintal dengan sebaran pengembangan di sejumlah wilayah.

Efisiensi di Tengah Defisit Anggaran

Eko menambahkan, pengembangan bank data digital menjadi solusi paling efisien di tengah pemangkasan anggaran reguler hingga 60 persen. Dengan keterbatasan anggaran, DP3 dituntut bekerja lebih akurat, terutama dalam penyaluran bantuan pertanian.

“Dengan data yang presisi, tidak ada lagi ruang kesalahan distribusi. Setiap kebijakan bisa benar-benar sesuai kebutuhan petani,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |