Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda The Walt Disney Company dengan sekitar 1.000 karyawan terdampak, terutama di divisi pemasaran yang tengah direstrukturisasi.
Berdasarkan laporan CNBC Internasional, pemangkasan ini paling banyak menyasar divisi pemasaran seiring penyatuan fungsi di bawah satu kepemimpinan.
Divisi pemasaran kini dipimpin oleh Asad Ayaz, yang mengoordinasikan strategi lintas sektor mulai dari film, taman hiburan, hingga olahraga. Langkah ini merupakan pertama kalinya Disney menyatukan seluruh unit pemasaran, yang berujung pada penghapusan peran ganda (duplikasi posisi).
Restrukturisasi ini sebenarnya telah dimulai sejak era CEO sebelumnya, Bob Iger, pada Januari 2026. Kebijakan tersebut kemudian dilanjutkan oleh CEO baru, Josh D'Amaro, yang kini memimpin perusahaan di tengah tekanan bisnis global.
Dengan demikian, PHK ini bukan kebijakan mendadak, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Lanjutan Efisiensi Sejak 2023
Ini bukan kali pertama Disney melakukan pemangkasan besar. Pada 2023, perusahaan telah mengurangi sekitar 7.000 karyawan dan menargetkan efisiensi biaya hingga US$5,5 miliar. Meski jumlah PHK kali ini lebih kecil, dampaknya tetap signifikan, terutama bagi karyawan yang terdampak langsung.
Dalam pernyataannya, D’Amaro menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memperkuat fondasi bisnis dan membuka peluang pertumbuhan baru.
“Kami telah berhasil mencapai semua itu, dan sekarang berada dalam posisi yang kuat dengan banyak peluang untuk pertumbuhan ke depan,” ujarnya.
Di tengah tekanan pasar dan perubahan industri hiburan global, langkah efisiensi seperti ini dinilai menjadi strategi penting bagi Disney untuk tetap kompetitif, meskipun harus dibayar dengan pengurangan tenaga kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































