BNPB Fokus Verifikasi 98.986 Rumah Rusak Pascagempa Flores

2 hours ago 3

Newswire

Newswire Rabu, 09 September 2026 15:27 WIB

BNPB Fokus Verifikasi 98.986 Rumah Rusak Pascagempa Flores

Seorang personel SAR sedang berada di lokasi pencarian hari kedua di Manggarai, Minggu (16/8/2026). ANTARA/Ho-Kantor SAR Maumere.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memfokuskan penanganan pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berkekuatan 7,7 magnitudo pada verifikasi data kerusakan rumah warga. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan perbaikan hunian bagi masyarakat terdampak dapat disalurkan secara tepat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan verifikasi menjadi bagian penting dalam tahapan pemulihan setelah aktivitas gempa mulai melandai. Data yang telah diverifikasi nantinya menjadi dasar dalam penyaluran skema bantuan stimulan perbaikan hunian warga terdampak di Pulau Flores.

Direktorat Operasi BNPB mencatat kerusakan fisik akibat gempa Flores cukup masif. Secara akumulatif, sebanyak 98.986 unit rumah mengalami kerusakan, sedangkan fasilitas umum yang terdampak mencapai 3.266 unit.

Wilayah dengan dampak kerusakan paling signifikan berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Kondisi tersebut membuat proses pendataan dan verifikasi rumah menjadi salah satu prioritas dalam penanganan pascabencana.

Bantuan Berdasarkan Tingkat Kerusakan Rumah

Suharyanto menjelaskan bantuan stimulan perbaikan hunian akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah warga terdampak. Skema tersebut membedakan bantuan untuk rumah rusak ringan, sedang, hingga rusak berat.

"Untuk rumah rusak ringan diberikan bantuan stimulan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, sementara untuk rumah rusak berat akan dibangun hunian sementara atau diberikan Dana Tunggu Hunian sebelum dibangunkan rumah baru tipe 36," kata dia.

Dengan skema tersebut, verifikasi kerusakan menjadi penting agar kategori kerusakan rumah warga dapat ditentukan secara tepat. Hasil verifikasi juga menjadi bagian dari proses penyaluran bantuan sesuai kondisi hunian masing-masing warga terdampak.

Jumlah Pengungsi Mulai Menurun

Di sisi lain, aktivitas seismik yang mulai melandai turut berdampak pada jumlah warga yang masih mengungsi. BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 72.864 jiwa, sementara sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing.

Pemulihan sejumlah layanan dasar juga mendukung proses kepulangan warga. Jaringan listrik dan telekomunikasi telah kembali 100 persen, sedangkan operasional 56 SPBU telah berjalan.

Selain itu, penanganan sektor pendidikan juga dilakukan dengan pendirian tenda sekolah darurat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak gempa Flores.

Distribusi Logistik Capai 98,39 Persen

Selain melakukan verifikasi kerusakan rumah, BNPB memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap ditopang melalui distribusi bantuan logistik.

Hingga awal September 2026, penyaluran logistik bencana telah mencapai 2.142 ton atau 98,39 persen dari target distribusi. Pengiriman bantuan tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi untuk menjangkau wilayah terdampak.

Dalam proses distribusi, BNPB telah mengerahkan 115 sorti penerbangan pesawat serta dua armada kapal laut. Pengerahan transportasi udara dan laut dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik ke wilayah yang membutuhkan.

Seiring tingginya capaian distribusi logistik, BNPB juga melakukan penyesuaian pusat dukungan logistik nasional. Posko Dukungan Logistik Nasional yang sebelumnya berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kini dialihkan ke Gudang Logistik BNPB Jati Asih, Kota Bekasi.

Suharyanto mengatakan pengalihan tersebut mulai dilakukan setelah posko di Bandara Halim Perdanakusuma ditutup pada Senin (7/9/2026).

"Per Senin (7/9), Posko Dukungan Logistik Nasional di Bandara Halim telah ditutup dan bantuan selanjutnya dialihkan ke Gudang Logistik BNPB di Jati Asih, Kota Bekasi," kata dia.

Dengan penyaluran logistik yang telah mencapai 98,39 persen dan aktivitas seismik yang mulai melandai, fokus penanganan BNPB kini semakin diarahkan pada tahap pemulihan. Salah satunya melalui verifikasi kerusakan rumah agar bantuan stimulan dapat diberikan berdasarkan tingkat kerusakan dan kondisi warga terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |