
Foto ilustrasi penyalahgunaan narkoba. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Jogja (DIY) bersama pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar melalui program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Antinarkoba Dimulai dari Anak Bersih Narkoba). Program tersebut menyasar siswa di Kulonprogo sebagai langkah membentengi generasi muda dari ancaman peredaran narkoba, khususnya obat-obatan terlarang yang dikenal sebagai pil sapi.
Kegiatan edukasi tersebut merupakan implementasi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di SMK Negeri 1 Temon, Kulonprogo, Rabu (29/7/2026). BNNP DIY menilai kalangan pelajar menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran peredaran narkotika karena jenis obat-obatan tertentu mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah.
BNNP DIY: Peredaran Pil Sapi Jadi Ancaman Serius
Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol. Faried, mengatakan keterlibatan pelajar sangat penting dalam upaya pencegahan narkoba karena mereka merupakan generasi penerus bangsa sekaligus kelompok yang paling rentan terpengaruh penyalahgunaan narkotika.
Menurut Faried, DIY masih menghadapi persoalan serius terkait peredaran obat-obatan tertentu yang dikenal sebagai pil sapi.
"Yogyakarta ini mempunyai ranking kelima dari seluruh Indonesia. Memang paling banyak peredarannya itu terutama obat-obatan tertentu, yang saat ini kita kenal di wilayah Yogyakarta itu pil sapi. Kenapa mudah disalahgunakan? Karena mendapatkannya mudah dan harganya murah," katanya kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Ia menilai kemudahan memperoleh obat-obatan tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyalahgunaan di kalangan remaja, terutama pelajar.
Penyalahgunaan Narkoba Dikaitkan dengan Kenakalan Remaja
Faried juga menyoroti dugaan keterkaitan antara penyalahgunaan narkoba dengan berbagai bentuk kenakalan remaja hingga aksi kejahatan jalanan, termasuk geng motor, yang terjadi di Jogja.
Menurutnya, berbagai pengungkapan kasus menunjukkan pelaku didominasi anak-anak usia sekolah yang diduga berada di bawah pengaruh zat terlarang.
"Inilah yang kita khawatirkan. Pengungkapan kejadian seperti kenakalan remaja dan geng motor ini juga diakibatkan oleh penyalahgunaan narkoba yang pelakunya didominasi anak-anak sekolah. Ini yang akan kita berantas dan kurangi, sehingga anak-anak bisa lebih produktif dan berprestasi di sekolahnya," jelas Faried.
Karena itu, BNNP DIY berkomitmen memperluas edukasi dan pencegahan di lingkungan sekolah melalui program yang dilakukan secara masif dan terintegrasi.
Faried berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Pelajar merupakan salah satu sasaran yang paling rentan dan mudah untuk menyalahgunakan narkoba. Dengan adanya deklarasi ini, kami harapkan seluruh pelajar di wilayah Yogyakarta dapat menjadi agen perubahan dan kepanjangan tangan kami untuk mensosialisasi serta mengedukasi, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun kawan-kawannya," imbuhnya.
Bandara YIA Libatkan Puluhan Pelajar dalam Edukasi
Sementara itu, General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Bandara YIA bersama BNNP DIY.
Kegiatan diikuti 70 peserta yang terdiri atas siswa dan guru dari SMA Negeri 1 Temon serta SMK Negeri 1 Temon.
Selain mendapatkan sosialisasi mengenai operasional kebandarudaraan dari Bandara YIA, peserta juga memperoleh edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari BNNP DIY. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Sekolah Bersih Narkoba (BERSINAR) dan pemeriksaan tes urin yang difasilitasi langsung oleh BKK Kelas II Yogyakarta sebagai langkah deteksi dini.
Muhammad Thamrin berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan pengetahuan pelajar sekaligus memperkuat komitmen mereka untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pemahaman yang lebih baik tidak hanya tentang bahaya narkoba namun juga pemahaman mengenai operasional kebandarudaraan dan penerbangan yang aman. Semoga ini dapat memicu keberanian para pelajar untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan demi menyongsong masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































