
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Banbang Suryantoro Sudobyo. ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang.
Harianjogja.com, BATANG—Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kemampuan numerasi, literasi, dan pembelajaran berbasis berpikir kritis di lingkungan sekolah.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan berbagai faktor yang memengaruhi capaian belajar peserta didik. Hasil pemetaan nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan strategi perbaikan pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan di Kabupaten Batang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Banbang Suryantoro Sudobyo, mengatakan hasil TKA perlu dipandang secara objektif sebagai bahan refleksi bersama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
"Oleh karena itu, kami sepakat bahwa hasil TKA harus dilihat secara objektif sebagai bahan refleksi bersama," katanya di Batang, Minggu (7/6/2026).
Menurut Banbang, evaluasi TKA menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa sekaligus merumuskan upaya perbaikan yang lebih efektif pada masa mendatang.
Ia yang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Tri Adi Susanto, menegaskan bahwa proses evaluasi tidak hanya berangkat dari masukan pihak sekolah, tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan.
Beragam aspirasi dan pengalaman yang muncul selama pelaksanaan TKA turut dihimpun dari kepala sekolah, pengawas, koordinator wilayah pendidikan, hingga guru yang menghadapi tantangan serupa saat ujian berlangsung.
"Ini bukan hanya persoalan satu sekolah tetapi menjadi pembelajaran bagi seluruh satuan pendidikan," katanya.
Banbang menjelaskan capaian literasi siswa di Kabupaten Batang saat ini tergolong baik dan bahkan telah melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah.
Meski demikian, kemampuan numerasi masih menjadi perhatian utama. Aspek penalaran, analisis, dan kemampuan memecahkan masalah dinilai perlu terus diperkuat agar hasil belajar peserta didik semakin meningkat.
Menurut dia, tantangan tersebut tidak hanya dihadapi Kabupaten Batang, tetapi juga menjadi persoalan yang ditemui di banyak daerah lain di Jawa Tengah maupun tingkat nasional.
"Kondisi serupa juga dialami oleh banyak daerah lain di Jawa Tengah maupun secara nasional. Tantangan utamanya adalah membangun budaya berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan soal yang membutuhkan nalar tingkat tinggi," katanya.
Melalui evaluasi hasil TKA 2026, Pemkab Batang berharap sekolah dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Penguatan numerasi, literasi, serta kemampuan berpikir kritis diharapkan menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran sehingga kualitas pendidikan dan kompetensi siswa dapat terus meningkat di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































