Ancaman Kekeringan Tahun Ini Mengintai Sejumlah Wilayah di Bantul

7 hours ago 7

Harianjogja.com, BANTUL—Ancaman kekeringan mulai diantisipasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul seiring prediksi musim kemarau 2026 yang disebut lebih kering dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah darurat untuk mengurangi dampak krisis air bersih bagi masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyiapkan armada tangki dan personel untuk melakukan droping air bersih di wilayah terdampak. Distribusi air akan dilakukan sesuai kebutuhan warga di tiap lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amirudin, menjelaskan setiap titik akan dihitung berdasarkan jumlah warga dan kebutuhan air yang diperlukan.

“Satu titik lokasi itu nanti kami hitung jumlah warganya dan berapa kebutuhan airnya. Kalau ada permintaan dari masyarakat kami juga punya penilaian standar,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan bantuan air bersih harus digunakan secara bijak. Warga diminta memprioritaskan kebutuhan utama seperti minum, memasak, dan mandi sebelum digunakan untuk keperluan lain.

“Kami sampaikan agar masyarakat tetap berhemat, gunakan air itu untuk kebutuhan pokok seperti minum, masak, dan mandi,” katanya.

Titik Rawan Sudah Dipetakan

BPBD Bantul juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Wilayah tersebut tersebar di Piyungan, di Bantul; Dlingo, di Bantul; Imogiri, di Bantul; Sanden, di Bantul; Srandakan, di Bantul; serta Kasihan, di Bantul.

Prediksi kekeringan tahun ini disebut lebih berat dibanding 2025, sehingga langkah antisipasi dilakukan lebih awal untuk meminimalkan dampak bagi warga.

Dalam upaya penanganan, BPBD tidak hanya mengandalkan sumber daya pemerintah. Sejumlah perusahaan di Bantul juga dilibatkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu suplai air bersih.

“Kalau dari pemerintah tidak mencukupi, kami bekerja sama melalui CSR. Karena dari tahun-tahun sebelumnya ada sejumlah perusahaan yang peduli,” ujar Mujahid.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih di wilayah rawan, sekaligus memastikan distribusi tetap berjalan saat kebutuhan meningkat.

Dengan langkah antisipasi tersebut, BPBD Bantul berharap dampak kekeringan tidak sampai mengganggu aktivitas harian masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini rutin mengalami krisis air saat musim kemarau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |