
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia (WNI) ikut berlayar dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza. Dari jumlah tersebut, lima WNI dilaporkan ditahan tentara Israel saat armada mencoba mendekati wilayah Gaza melalui perairan Siprus.
Sembilan WNI yang mengikuti misi kemanusiaan itu terdiri atas lima relawan dan empat jurnalis dari berbagai media nasional. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan pembaruan dari Command Center Sumur Nusantara sekitar pukul 23.00 waktu Turki.
Lima WNI yang dilaporkan ditahan militer Israel yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal BoraLize, serta relawan Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa yang menaiki kapal Josef.
Tiga WNI lainnya yang juga dilaporkan ditahan berada di kapal Ozgurluk, yaitu jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah, jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, dan kontributor iNewsTV, Beritasatu, serta CNN Indonesia Rahendro Herubowo.
Kelima WNI tersebut disebut telah mengirimkan pesan darurat kepada kantor masing-masing sebelum kabar penahanan beredar luas di media sosial. Informasi itu turut disebarluaskan melalui akun resmi Republika, Rumah Zakat, dan Tempo.
Sementara itu, empat WNI lainnya dilaporkan masih melanjutkan pelayaran dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Dua kapal yang masih berlayar ialah Kasri Sadabad yang membawa relawan Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo, serta kapal Zefiro yang dinaiki Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirsanu.
“Masih ada harapan, semoga Allah jaga, Allah lindungi bisa tembus Gaza. Update waktu fajar dari Command Center Sumur Nusantara,” demikian dikutip dari unggahan Instagram @globalpeaceconvoy, Selasa (19/5/2026).
Daftar 9 WNI dalam Misi Kemanusiaan GSF 2.0
Herman Budianto Sudarsono — relawan Dompet Dhuafa
Ronggo Wirsanu — relawan Dompet Dhuafa
Andi Angga Prasadewa — relawan Rumah Zakat
Asad Aras Muhammad — relawan Spirit of Aqso
Hendro Prasetyo — relawan Smart 171
Bambang Noroyono — jurnalis Republika
Thoudy Badai Rifan Billah — jurnalis Republika
Andre Prasetyo Nugroho — jurnalis Tempo
Rahendro Herubowo — kontributor iNewsTV, Beritasatu, dan CNN Indonesia
Kemlu RI Kecam Pencegatan Kapal Kemanusiaan
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan pemerintah Indonesia meminta Israel segera membebaskan seluruh kapal beserta awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne dalam keterangan tertulis, Selasa.
Kemlu RI juga mendesak agar bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina tetap dapat disalurkan sesuai hukum humaniter internasional. Pemerintah Indonesia memastikan perlindungan WNI menjadi prioritas utama di tengah situasi yang terus berkembang cepat di kawasan tersebut.
“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” kata Yvonne.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































