Newswire Rabu, 09 September 2026 11:47 WIB

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan rencana operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA— Anggota DPR RI Iman Sukri meminta pemerintah dan tim SAR mengoptimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).
Iman meminta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian memaksimalkan sumber daya dan memperluas area penyisiran. Menurut dia, setiap waktu sangat berharga untuk menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat.
"Setiap waktu sangat berharga. Kami meminta seluruh pihak memaksimalkan sumber daya dan memperluas area pencarian. Prioritas utama adalah menemukan seluruh korban secepat mungkin dalam keadaan selamat," ujar Iman di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Keselamatan Jurnalis Harus Jadi Prioritas
Iman menegaskan keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian utama dalam menjalankan tugas peliputan. Dia menyebut jurnalis kerap berada di garda terdepan untuk menyampaikan fakta kepada masyarakat, termasuk ketika harus bekerja di lokasi rawan bencana dengan risiko keselamatan tinggi.
“Jurnalis adalah profesi yang mulia, karena mereka menjadi mata dan telinga masyarakat. Mereka bekerja untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai berbagai peristiwa. Namun, di balik tugas tersebut, keselamatan mereka juga harus benar-benar diperhatikan dan menjadi prioritas,” kata dia.
Dia juga mendorong seluruh unsur SAR untuk memperkuat sinergi selama operasi berlangsung. Personel, armada kapal, hingga peralatan komunikasi diharapkan dapat digunakan secara terpadu agar proses pencarian berjalan terukur dan optimal.
“Kita berharap segera mendengar kabar baik. Semoga kelima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada dalam kapal tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat, tanpa kurang apapun,” kata dia.
Basarnas Lanjutkan Pencarian
Sebelumnya, Basarnas menggelar operasi pencarian terhadap sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dia memastikan tim SAR gabungan terus mengoptimalkan penyisiran di lokasi kejadian.
"Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin," kata dia.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB. Rombongan berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir tercatat ketika salah satu korban mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi terputus pada pukul 15.04 WIB.
Lokasi terakhir tersebut berada di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.
Tujuh Orang Masih dalam Pencarian
Data sementara Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian (DP). Mereka di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas atau freelance.
Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Operasi SAR gabungan terus dilakukan untuk menemukan rombongan yang hilang kontak tersebut. Legislator berharap seluruh sumber daya dapat dimaksimalkan dan area pencarian diperluas sehingga kelima jurnalis serta orang lainnya yang berada di kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































