Kompleks Sa'dabad yang bersejarah, yang rusak akibat serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari di Teheran, Iran pada 18 Maret 2026. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada situs-situs bersejarah, beberapa di antaranya termasuk dalam daftar warisan dunia. Kompleks Istana, salah satu objek wisata paling populer di Teheran, yang dibangun selama Dinasti Qajar dan direnovasi selama Dinasti Pahlavi, menunjukkan dampak serangan di setiap sudutnya. ANTARA - Fatemeh Bahra
Harianjogja.com, ISTANBUL — Sebanyak 140 situs warisan budaya di Iran dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Kerugian ditaksir mencapai 49 juta dolar AS atau sekitar Rp837,4 miliar, berdasarkan laporan kantor berita pemerintah IRNA.
Kerusakan Tersebar di 20 Provinsi
Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Iran, Reza Salehi Amiri, menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses evaluasi yang terus berjalan.
Kerusakan tercatat tersebar di 20 provinsi, dengan dampak terbesar terjadi di Teheran sebanyak 63 situs, diikuti Isfahan sebanyak 23 situs, serta Golestan dengan 12 situs terdampak.
Amiri menegaskan serangan tersebut menimbulkan kerusakan luas terhadap aset budaya di berbagai wilayah.
Serangan Balasan dan Eskalasi Konflik
Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan terjadi pada 28 Februari.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Iran juga sempat membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur energi vital dunia.
Gencatan Senjata Sementara
Di tengah eskalasi konflik, AS dan Iran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan mediasi Pakistan.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perundingan yang lebih luas untuk menghentikan konflik yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan luka-luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































