Tanpa Penonton, Persik Kediri Tantang PSIM Jogja di Gresik

8 hours ago 5

Tanpa Penonton, Persik Kediri Tantang PSIM Jogja di Gresik Logo BRI Super League. / Ist

Harianjogja.com, KEDIRI—Persik Kediri mewaspadai kekuatan PSIM Jogja pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudra Gresik, Jumat (13/2/2026), meski berstatus laga kandang.

Pertandingan Persik Kediri vs PSIM Jogja ini terpaksa dipindahkan dari Stadion Brawijaya Kediri ke Gresik karena tidak mendapat izin kepolisian. Laga tersebut juga dipastikan berlangsung tanpa penonton, baik dari tuan rumah maupun tim tamu.

Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres mengatakan timnya tetap memburu kemenangan untuk menjaga tren positif. Ia memastikan para pemain dalam kondisi siap menghadapi tekanan pertandingan penting tersebut.

“PSIM tentu akan berusaha tampil lebih baik. Namun, kami juga akan berjuang keras untuk memenangkan pertandingan ini dan bermain sebagai satu tim,” kata Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres di Kediri, Kamis (12/2/2026).

Ia mengakui anak-anak asuhnya dalam kondisi yang baik, namun untuk mempertahankan tren positif juga dibutuhkan kerja sama yang solid antarpemain.

“Tidak mudah mempertahankan tren kemenangan. Karena itu, kami harus tetap fokus dan bekerja sama,” katanya.

Pelatih asal Spanyol tersebut menambahkan setiap laga memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan pendekatan taktik yang disesuaikan dengan kekuatan lawan.

“Kami harus menyiapkan game plan terbaik dan melakukan pendekatan yang tepat untuk menghadapi PSIM,” kata dia.

Ia juga meminta para pemain tetap disiplin meski pertandingan ini berstatus kandang. Menurutnya, situasi bermain di luar Kediri membuat atmosfer laga berbeda dibanding biasanya.

“Ini laga home, tetapi tidak sepenuhnya seperti bermain di kandang sendiri. Karena itu, kami harus tetap waspada dan fokus penuh,” kata dia.

Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo menjelaskan pemindahan lokasi pertandingan dilakukan karena faktor keamanan.

"Polres Kediri Kota tidak memberikan izin karena sejarah yang kurang baik, sebab kedua tim sempat terlibat bentrok pada 2019 saat keduanya bertanding di kompetisi Liga 2," kata dia.

Karena tidak mendapat izin dari kepolisian, Persik harus mencari stadion alternatif hingga akhirnya memilih Stadion Gelora Joko Samudra Gresik sebagai venue pengganti.

"Jadi mau tak mau Persik Kediri harus mencari venue pengganti, dan Stadion Gelora Joko Samudro menjadi pilihan venue pengganti tersebut," kata dia.

Tri Widodo menambahkan panitia pelaksana telah melakukan berbagai persiapan. Tim dan manajemen juga sudah berada di Gresik guna mematangkan persiapan laga pekan ke-21 Super League 2025/2026 tersebut.

Dalam kompetisi musim ini, Persik untuk ketiga kalinya menjadi tim musafir, setelah sebelumnya menjalani laga kandang di luar kota saat menghadapi Madura United dan Persebaya Surabaya. Situasi ini menjadi tantangan tambahan bagi Macan Putih yang kini berada di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan 25 poin, sementara PSIM Jogja menempati posisi ke-7 dengan 31 poin dalam klasemen sementara Super League 2025/2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |