Recall Besar Jeep di AS, 419 Ribu SUV Terdampak Masalah Airbag

2 hours ago 4

Harianjogja.com, JAKARTA—Produsen otomotif global Stellantis kembali melakukan penarikan kendaraan (recall) dalam skala besar di Amerika Serikat. Kali ini, sebanyak 419.035 unit SUV Jeep ditarik dari peredaran setelah ditemukan indikasi gangguan perangkat lunak yang berpotensi menghambat kinerja airbag samping saat terjadi benturan.

Langkah recall tersebut dilakukan setelah kendaraan yang terdampak dinilai tidak memenuhi standar keselamatan kendaraan bermotor federal Amerika Serikat. Otoritas keselamatan setempat menilai gangguan pada sistem elektronik tersebut dapat meningkatkan risiko cedera bagi penumpang ketika terjadi kecelakaan.

Berdasarkan laporan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat yang dikutip Sabtu (30/5/2026), permasalahan ditemukan pada perangkat lunak yang berkaitan dengan sistem keselamatan kendaraan.

Kampanye penarikan kembali ini menyasar dua model SUV andalan Jeep, yakni Grand Cherokee dan Grand Cherokee L yang diproduksi dalam beberapa tahun model berbeda.

Model yang masuk dalam daftar recall meliputi Jeep Grand Cherokee tahun model 2022 hingga 2026 serta Jeep Grand Cherokee L tahun model 2023 hingga 2025.

Pemilik Diminta Segera Perbarui Sistem

NHTSA meminta seluruh pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar terdampak untuk segera melakukan pembaruan perangkat lunak pada modul pengendali sistem penahan penumpang atau occupant restraint controller module.

Pembaruan tersebut dapat dilakukan melalui jaringan diler resmi tanpa dikenakan biaya.

Langkah perbaikan ini dilakukan untuk memastikan sistem airbag samping dapat berfungsi sesuai standar keselamatan ketika kendaraan mengalami benturan.

Stellantis Kembali Lakukan Recall dalam Jumlah Besar

Penarikan lebih dari 419 ribu unit Jeep ini menambah daftar aksi koreksi teknis yang dilakukan Stellantis sepanjang tahun 2026. Perusahaan otomotif multinasional tersebut sebelumnya juga melakukan recall dalam jumlah besar di berbagai pasar dunia.

Stellantis merupakan grup otomotif yang menaungi sejumlah merek global, antara lain Abarth, Alfa Romeo, Chrysler, Citroën, Dodge, DS Automobiles, Fiat, Jeep, Lancia, Maserati, Opel, Peugeot, Ram, dan Vauxhall.

Sebelumnya Recall 700 Ribu Kendaraan karena Risiko Kebakaran

Pada April 2026, Stellantis juga melakukan penarikan sekitar 700.000 unit kendaraan secara global setelah ditemukan potensi risiko kebakaran pada ruang mesin.

Otoritas transportasi di Jerman menyebut recall tersebut mencakup sejumlah merek dalam grup Stellantis, termasuk Peugeot, Citroën, DS Automobiles, Alfa Romeo, Jeep, Fiat, dan Opel.

Menurut penjelasan perusahaan, masalah yang ditemukan saat itu berkaitan dengan ketidaksesuaian jarak antar komponen pada sejumlah kendaraan tahun model 2023 hingga 2026. Kondisi tersebut berpotensi memicu loncatan arus listrik ketika kendaraan berada di lingkungan yang lembap atau basah.

Fenomena tersebut dapat menyebabkan peningkatan suhu berlebih atau gangguan termal. Dalam kondisi paling ekstrem, masalah teknis itu berpotensi memicu kebakaran di area ruang mesin kendaraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |