India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

2 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas India mengambil langkah deportasi terhadap dua turis Inggris yang diduga melakukan aktivitas politik saat berkunjung ke Kota Pushkar.

Keduanya disebut menempelkan stiker bertuliskan pesan dukungan bagi Palestina di sejumlah lokasi di Kota Pushkar, Negara Bagian Rajasthan.

Dua warga negara Inggris tersebut diketahui bernama Lewis Gabriel D dan Anushi Emma Christine. Otoritas India mengeluarkan perintah meninggalkan India setelah adanya laporan kepolisian terkait dugaan pemasangan stiker bertuliskan “Free Palestine” dan “Boycott Israel” di area strategis kota wisata tersebut. Laporan awal terkait kasus ini masuk ke kepolisian setempat sejak 21 Januari 2024.

Asisten Komisioner Polisi Rajesh Meena menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar ketentuan visa turis. Menurutnya, warga negara asing dilarang terlibat dalam aktivitas politik selama berada di India dengan izin tinggal wisata.

“Melakukan aktivitas yang menunjukkan rasa tidak hormat terhadap negara lain saat berada di tanah India merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan visa,” ujar Rajesh Meena kepada Times of India, seperti dilansir The Independent, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, pihak kepolisian tidak akan ragu mengambil langkah tegas berupa deportasi hingga pencekalan bagi warga asing yang terbukti melanggar hukum dan kedaulatan India.

Penindakan terhadap pasangan turis Inggris tersebut mengacu pada Immigration and Foreigners Act of 2025. Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian India secara resmi membatalkan visa keduanya pada Senin (2/2/2026), sehingga mereka diwajibkan segera meninggalkan India.

“Jika ada warga negara asing yang terbukti melanggar ketentuan visa turis, mereka akan diidentifikasi dan tindakan tegas akan diambil,” tambah Meena dalam keterangannya kepada India Today.

Kasus ini menjadi sorotan karena Pushkar dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan Israel. Diperkirakan terdapat sekitar 2.000 warga Israel yang bermukim sementara atau berkunjung ke kota tersebut, dengan aktivitas komunitas yang terpusat di kawasan Yahudi Hasidik Chabad.

Situasi ini juga tidak terlepas dari hubungan bilateral India dan Israel yang semakin erat di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Israel tercatat menjadi salah satu mitra strategis utama India, termasuk sebagai pemasok peralatan militer.

Di sisi lain, India secara resmi masih menyatakan dukungan terhadap solusi dua negara di forum internasional. Namun, pemerintah tetap memberlakukan kebijakan ketat terhadap segala bentuk aktivisme politik oleh warga negara asing di wilayahnya.

Seruan pembebasan Palestina terus menguat secara global sejak konflik Gaza meletus pada Oktober 2023 yang menewaskan puluhan ribu orang. Hingga kini, krisis kemanusiaan di Gaza masih berlangsung, meskipun upaya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diberlakukan, sementara kebutuhan bantuan medis bagi warga sipil, termasuk anak-anak, masih sangat mendesak.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |