Cara sanggah desil Bansos 2026 via WhatsApp, aplikasi, dan desa

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Ketidaksesuaian data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat memengaruhi penetapan sasaran bantuan sosial. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi data apabila desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Masyarakat dapat mengajukan usul atau sanggah melalui sejumlah kanal yang disediakan Kementerian Sosial (Kemensos), termasuk aplikasi Cek Bansos, pemerintah desa atau kelurahan, serta layanan pengaduan melalui WhatsApp.

Lantas, bagaimana cara mengajukan sanggah desil untuk pemutakhiran data bansos?

Apa itu desil bansos?

Desil merupakan kelompok tingkat kesejahteraan keluarga yang dihitung berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi. Data yang digunakan mencakup kondisi individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan seperti kondisi rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset.

Dalam DTSEN terdapat 10 kelompok desil. Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Desil tersebut bersifat dinamis sehingga dapat berubah mengikuti pemutakhiran data dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan berdasarkan kondisi sebenarnya.

Baca juga: Apa Itu desil Bansos? Kenali desil 1 sampai 10 dan cara ceknya

Siapa yang bisa mengajukan sanggah?

Pengajuan sanggah dapat dilakukan masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian antara kondisi sebenarnya dengan data kesejahteraan yang tercatat.

Kemensos juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi warga lain. Misalnya, warga yang sebenarnya sudah tidak layak menerima bantuan tetapi masih tercatat sebagai penerima, maupun masyarakat yang layak menerima bantuan tetapi belum masuk dalam data.

Mekanisme tersebut ditujukan untuk mengurangi kesalahan sasaran dalam penyaluran bansos, baik inclusion error maupun exclusion error.

Cara sanggah desil melalui aplikasi Cek Bansos

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melalui aplikasi Cek Bansos. Masyarakat dapat memeriksa status dan posisi desil berdasarkan data DTSEN, kemudian mengajukan usul atau sanggah apabila menemukan ketidaksesuaian.

Secara umum, langkahnya sebagai berikut:

  • Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos resmi Kemensos.
  • Masuk atau buat akun sesuai data yang diminta.
  • Periksa data penerima dan posisi desil.
  • Pilih fitur Usul atau Sanggah sesuai kebutuhan.
  • Sampaikan alasan serta kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya.
  • Lengkapi data atau dokumen pendukung apabila diminta.
  • Kirim pengajuan dan tunggu proses verifikasi.

Baca juga: Cara cek desil bansos 2026 pakai NIK KTP di cek bansos

Pengajuan tersebut tidak serta-merta mengubah desil. Data yang disampaikan masyarakat perlu melalui proses verifikasi dan pemutakhiran sebelum digunakan dalam penetapan berikutnya.

Cara sanggah melalui WhatsApp

Selain aplikasi, masyarakat juga dapat menyampaikan koreksi melalui layanan WhatsApp Lapor Kemensos di nomor 0887-7171-171. Kanal tersebut menjadi salah satu jalur partisipasi publik yang disediakan pemerintah untuk menyampaikan informasi terkait data bansos.

Saat menyampaikan laporan, masyarakat sebaiknya memberikan informasi yang jelas mengenai identitas dan kondisi yang ingin diperbaiki. Data yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya agar dapat membantu proses verifikasi.

Kemensos juga menyediakan Call Center 021-171 sebagai kanal pengaduan. Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan pemutakhiran melalui pemerintah desa atau kelurahan yang memiliki operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Bisa sanggah melalui desa atau kelurahan

Bagi masyarakat yang kesulitan menggunakan layanan digital, pemutakhiran dapat ditempuh melalui jalur formal di tingkat desa atau kelurahan.

Data yang disampaikan masyarakat akan diproses melalui mekanisme pemutakhiran yang melibatkan pemerintah daerah. Pemerintah juga melakukan verifikasi faktual untuk memastikan kondisi masyarakat sesuai dengan data yang tercatat.

Cara ini dapat menjadi alternatif bagi warga yang tidak memiliki akses internet memadai atau mengalami kesulitan menggunakan aplikasi.

Baca juga: Airlangga: Indikator kategori desil berbasis survei ekonomi dan DTSEN

Desil berubah tidak otomatis membuat bansos dihentikan

Perubahan desil tidak secara otomatis membuat seseorang langsung dicoret dari penerima bansos. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa perubahan peringkat kesejahteraan masih perlu melalui proses pemutakhiran dan verifikasi sebelum penetapan penerima untuk periode berikutnya.

Penetapan penerima bansos dilakukan secara berkala. Untuk PKH dan bantuan sembako, pemutakhiran data dilakukan setiap tiga bulan, sedangkan beberapa program lain memiliki periode pemutakhiran berbeda.

Karena itu, masyarakat yang menemukan desil tidak sesuai kondisi sebenarnya tetap memiliki kesempatan untuk mengajukan sanggah dan memperbarui data.

Cek desil sebelum mengajukan sanggah

Sebelum mengajukan sanggah, masyarakat dapat memeriksa data melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos. Pencarian dapat dilakukan menggunakan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP. Situs tersebut menggunakan DTSEN sebagai sumber data.

Dalam informasi resminya, Kemensos menyebut desil 1 sampai 4 atau 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako. Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Masyarakat juga perlu memahami bahwa posisi desil merupakan hasil pemeringkatan relatif sehingga dapat berubah seiring pembaruan data. Kondisi seperti kelahiran, kematian, perpindahan tempat tinggal, perubahan pekerjaan, maupun perubahan kondisi ekonomi dapat memengaruhi data sosial ekonomi.

Dengan tersedianya berbagai kanal pengaduan, masyarakat dapat ikut berperan dalam memperbaiki kualitas data bansos. Pengajuan sanggah melalui aplikasi, WhatsApp, call center, maupun pemerintah desa atau kelurahan tetap harus didukung informasi yang benar agar proses verifikasi dapat berjalan dengan baik.

Baca juga: Sinkronisasi data BKKBN dan BPS pemicu perubahan status desil bansos

Baca juga: Kemensos: Sempat masuk desil 4, anggota DPR tak pernah terima bansos

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |